Daftar Blog Saya

Selasa, 07 Oktober 2014

IKLIM DAN CUACA


Agroekoteknologi  - Universitas Trilogi 

Tugas dari Ibu Inanpi Hidayati

IKLIM DAN CUACA
Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi dari kawasan tersebut. Pengaruh posisi relatif matahari pada suatu tempat di bumi menimbulkan musim, yang membedakan iklim satu dari yang lain. Perbedaan iklim menghasilkan beberapa sistem klasifikasi iklim. Berdasarkan posisi relatif suatu tempat di bumi terhadap garis khatulistiwa dikenal kawasan-kawasan dengan kemiripan iklim secara umum akibat perbedaan dan pola perubahan suhu udara, yaitu kawasan tropika (23,5°LU-23,5°LS), subtropika (23,5°LU-40°LU dan 23°LS-40°LS), sedang (40°LU-66,5°LU dan 40°LS-66,5°LS), dan kutub (66,5°LU-90°LU dan 66,5°LS-90°LS). Perubahan iklim terjadi secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini bisa juga berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata, contohnya, jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit. Perubahan iklim terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi.
Cuaca merupakan sebuah aktivitas fenomena yang terjadi dalam waktu singkat. Cuaca berlangsung lebih cepat daripada iklim. Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah planet lainnya. Cuaca terjadi karena suhu dan kelembaban yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan ini terjadi karena sudut pemanasan Matahari yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya karena perbedaan lintang bumi. Sumbu bumi yang miring dibanding orbit bumi terhadap matahari membuat perbedaan cuaca sepanjang tahun untuk daerah sub tropis hingga kutub. Di permukaan bumi suhu biasanya berkisar ±40° C. Perubahan orbit bumi juga memengaruhi jumlah dan distribusi energi matahari yang diterima oleh bumi dan memengaruhi iklim jangka panjang. Cuaca di bumi juga dipengaruhi oleh hal-hal lain yang terjadi di angkasa, diantaranya adanya angin matahari.
Cuaca dan iklim mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pertanian. Cuaca dan iklim tidak hanya mempengaruhi perkembangan tanaman tetapi juga berpengaruh terhadap kegiatan manusia dalam usaha pertanian, tempat tinggal, makanan dan kebudayaan. Pengetahuan tentang iklim sangat diperlukan dalam pertanian karena saat ini manusia belum seluruhnya bisa merekayasa iklim secara luas. Manusia hanya dapat mencari jalan keluar dari keadaan iklim yang ada, kalaupun bisa maka yang dilakukan hanya berpengaruh terbatas pada wilayah tertentu.
Pertumbuhan dan hasil tanaman pertanian dipengaruhi oleh iklim dan tanah. Sepanjang tahun produksi tanaman terutama ditentukan oleh perubahan dari faktor-faktor iklim. Di daerah tropis basah perubahan musiman dari suhu, radiasi surya, kelembaban relatif udara dan kecepatan angin bila dibandingkan dengan perubahan hujan musiman adalah relatif kecil. Walaupun perubahan hujan musiman menunjukkan suatu pola tertentu, terdapat juga suatu perubahan yang besar dari tahun ke tahun. Faktor iklim yang mempengaruhi hasil panen, yaitu suhu, lama musim petumbuhan, keadaan air, sinar matahari dan angin. Ragam harian, musiman dan tahunan dari unsur - unsur iklim penting dalam menentukan efisiensi pertumbuhan tanaman, dalam hal ini iklim mikro di sekitar tanaman adalah sangat penting.

Senin, 29 September 2014

ATMOSFER


Agroekoteknologi  - Universitas Trilogi 

Tugas dari Ibu Inanpi Hidayati



Atmosfer adalah lapisan gas yang menutupi  planet, antara lain bumi, dari permukaan planet sampai jauh di luar angkasa. Bumi, atmosfer di bumi terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, hingga sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut.  Awalnya studi tentang atmosfer dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Pada atmosfer terdapat lagi lapisan yang membungkus permukaan bumi kita, yaitu :

A. Troposfer – Lapisan pertama, lapisan ini memiliki campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Lapisan ini akan melindungi bumi dari radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Lapisan ini adalah yang paling tipis dari lapisan atmosfer lain (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, kita akan merasakan perubahan cuaca , suhu, dan angin. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.

B. Stratosfer – Lapisan kedua, pada lapisan ini terjadi perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer mulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu atau sekitar . Pada lapisan ini angin yang sangat kuat terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Lapisan ini juga merupakan kawasan terbangnya pesawat. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.

C. Mesosfer – Lapisan ketiga, pada lapisan ini suhu atmosfer akan berkurang dengan bertambahnya ketinggian hingga lapisan keempat, yaitu termosfer. Udara pada lapisan ini akan mengakibatkan pergeseran dengan objek yang datang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Saat meteor yang sampai ke bumi, meteor akan terbakar pada lapisan ini. Antara lapisan Mesosfer dan lapisan Atmosfer  juga terdapat lapisan yaitu Mesopause.

D. Termosfer – Lapisan keempat, jarak dari mesosfer ke termosfer  ±81 km. Lapisan terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar  oleh sebab itu namanya termosfer. Perubahan ini terjadi karena penyerapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum adanya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio.

E. Ionosfer – Lapisan terakhir, lapisan ini terbentuk akibat reaksi kimia juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya besar dan tidak habis terbakar di lapisan ini , maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit. Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.