Daftar Blog Saya

Minggu, 03 Januari 2016

Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkanair dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi daritanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Pada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis pada buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak setahun setelah kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang populer setelah itu. Pada tahun 1699, John Woodward menerbitkan percobaan budidaya air denganspearmint. Ia menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik dari tanaman dengan air murni.
Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk pertumbuhan tanaman, dan penemuan dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah.[1] Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik pembelajaran, dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang,Solution culture dianggap sebagai jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak menyediakan unsur hara.
Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian.[2][3] Pada mulanya dia menyebutnya dengan istilah aquaculture (atau di Indonesia disebut budidaya perairan), namun kemudian mengetahuiaquaculture telah diterapkan pada budidaya hewan air. Gericke menciptakan sensasi dengan menumbuhkan tomat yang menjalar setinggi duapuluh lima kaki, di halaman belakang rumahnya dengan larutan nutrien mineral selain tanah.[4] Berdasarkan analogi dengan sebutan Yunani kuno pada budi daya perairan, γεωπονικά,[5] ilmu budidaya bumi, Gericke menciptakan istilah hidroponik pada tahun 1937 (meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini disarankan oleh WA Setchell, dari University of California) untuk budidaya tanaman pada air (dari Yunani Kuno ὕδωρ, air ; dan πόνος, tenaga[5]).[1]
Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke ditolak oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk eksperimen karena skeptisme orang-orang administrasi kampus. dan ketika pihak Universitas berusaha memaksa dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan di rumah, ia meminta tempat untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya menggunakan fasilitas penelitian yang sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk greenhouse, Pihak Universitas menugaskan Hoagland dan Arnon untuk menyusun ulang formula Gericke, pada tahun 1940, setelah meninggalkan jabatan akademik di iklim yang tidak menguntungkan secara politik, dia menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening.
Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu:
·         Paprika
·         Tomat
·         Timun Jepang
·         Melon
·         Terong Jepang
·         Selada
Pada awalnya Gericke mendefinisikan pertumbuhan tanaman hidroponik dengan larutan nutrien mineral. Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/Hydroponic_onions_nasa.jpg/300px-Hydroponic_onions_nasa.jpg
Peneliti NASA (National Aeronautics and Space Administration) memeriksa bawang dan selada hidroponik disebelah kirinya dan lobak di depannya
Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Tampaknya NASA juga memanfaatkan hidroponik pada program luar angkasanya. Ray Wheeler, seorang ahli fisiologi tanaman di Laboratorium Space Center Space Life Science, Kennedy, percaya bahwa hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan luar angkasa. Dia menyebutnya sebagai sistem bioregenerative life support.[6]
Macam-macam hidroponik
·         Static solution culture (kultur air statis)
·         Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
·         Aeroponics
·         Passive sub-irrigation
·         Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
·         Run to waste
·         Deep water culture
·         Bubbleponics
·         Bioponic

Static solution culture
Static solution culture memiliki pengertian budidaya hidroponik dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik hidroponik yang akarnya secara terus-menerus akarnya tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien.
Namun Di Indonesia, Static solution culture lebih dikenal dengan istilah teknik apung (atau disebut rakit apung) dan sistem sumbu (atau disebut wick system). Merupakan jenis paling sederhana dari semua jenis hidroponik.
Untuk ukuran wadah larutan dapat berbeda tergantung pada penggunaan dan ukuran tanaman. Dalam skala kecil (skala rumah tangga maupun hobby berskala kecil), hidroponik dapat dibuat dengan wadah yang biasanya dipakai di dalam rumah seperti gelas, toples, ember, ataupun bak air.
Wadah bening dapat di bungkus dengan Aluminium foilplastikcat, atau material lain yang menolak cahaya (membuat cahaya tidak bisa masuk) agar tidak tumbuh lumut.
Penutup wadah air dilubangi dan diisi tanaman, disitu dapat diisi satu atau beberapa netpot tanaman untuk setiap wadah air. Dalam teknik sumbu sendiri setiap net pot diisi media tanam dan potongan kain yang menjulur ke bawah yang berfungsi menyerap larutan ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler pada kain. Sedangkan dalam teknik apung dapat menggunakan lembaran gabus yang dilubangi dan disisi pot-pot kecil yang diisi (media tanam) untuk tanaman yang akarnya tercelup langsung pada wadah air.
Agar larutan nutrien dapat bersirkulasi secara merata, maka perlu diberi blekutukan dengan mesin penggelembung udara atau disebut aerator (aerator kecil bisa didapat di toko ikan) ataupun dengan penggunakan pompa air yang biasa dipakai di aquarium. dalam skala komersial dapat menggunakan pompa bertenaga medium (yang biasa dipakai untuk pancuran kolam dan taman).
Tanpa aerator pun masih bisa, namun jika tidak di beri aerator, akan membuat larutan yang berada dibagian bawah menjadi tidak terserap lantaran posisi akar berada di atas larutan yang tidak terserap (lantaran air tidak bersirkulasi), dan juga, akar-pun kurang mendapat asupan oksigen.
Larutan nutrien dapat diganti sesuai jadwal atau sesuai prosedur. Setiap kali larutan berkurang hingga di bawah tingkat tertentu, maka perlu menambahkan air atau larutan nutrisi segar sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman yang dinyatakan dengan satuan TDS (Total Solid Dissolved) atau PPM (Part per Million) yang diperlukan.
Dalam budidaya teknik sumbu (wick system) memiliki kendala pada penurunan volume larutan, untuk mencegah ketinggian larutan nutrien turun di bawah akar ataupun sumbu, dapat digunakan keran dengan katup pelampung bola (yang biasa dipakai di tandon) untuk menjaga ketinggian larutan secara otomatis. Dalam budidaya larutan rakit apung, tanaman ditempatkan dalam celah pada lembaran gabus / stereofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi. Dengan teknik apung, ketinggian larutan tidak akan turun di bawah akar dan akarpun selalu tercelup pada larutan nutrien.

Aeroponik
Aeroponik merupakan sistem yang akarnya secara berkala dibasahi dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus (seperti kabut). Metode ini tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas yang secara berkala, akar dibasahi dengan kabut halus dari larutan nutrisi. Aerasi secara sempurna merupakan kelebihan utama dari aeroponik.
Teknik aeroponik telah terbukti sukses secara komersial untuk perkecambahan biji, produksi benih kentang, produksi tomat, dan tanaman daun.[7] Karena penemu Richard Stoner mengkomersilkan teknologi aeroponik pada tahun 1983, Aeroponik telah dilaksanakan sebagai alternatif untuk sistim pengairan hidroponik secara intensif di seluruh dunia.[8] Kelebihan aeroponik yang lain yang berbeda dari hidroponik adalah bahwa setiap jenis tanaman dapat tumbuh (dalam sistem aeroponik yang benar), karena lingkungan mikro dari aeroponik benar-benar dapat dikontrol. Keunggulan aeroponik adalah bahwa tanaman aeroponik yang di jeda pembasahannya akan dapat menerima 100% darioksigen yang ada, dan karbon dioksida pada bagian akar, batang, serta daun,[9] sehingga mempercepat pertumbuhan biomassa dan mengurangi waktu perakaran.
Penelitian NASA menunjukan teknik aeroponik, bahwa tanaman dapat mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 80% dalam massa berat kering (mineral penting) dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh pada hidroponik lain. Aeroponik menggunakan 65% air dari kebutuhan air hidroponik. NASA juga menyimpulkan bahwa tanaman yang tumbuh dengan aeroponik, membutuhkan ¼ nutrisi yang digunakan dibandingkan dengan hidroponik lain [10]. Bercocok tanam dengan Aeroponik menawarkan kemampuan petani untuk mengurangi penyebaran penyakit dan patogen. Aeroponik juga banyak digunakan dalam penelitian laboratorium fisiologi tanaman dan patologi tanaman. Teknik aeroponik mendapat perhatian khusus oleh NASA karena kabut lebih mudah untuk ditangani daripada menangani cairan di tempat tanpa gravitasi [11].
Kelebihan lain dari aeroponik ini, kentang dapat dipanen tanpa merusak jaringan akar pada tanaman sehingga sebuah tanaman dapat dipanen berkali-kali[12] dan dapat memilih umbi kentang yang siap panen.
Media tanam
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
·         Arang sekam
·         Spons
·         Expanded clay
·         Rockwool
·         Sabut (Coir)
·         Perlite
·         Batu apung (Pumice)
·         Vermiculite
·         Pasir
·         Kerikil
·         Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji

Keuntungan teknik hidroponik
·         Tidak membutuhkan tanah
·         Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
·         Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
·         Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
·         Memberikan hasil yang lebih banyak
·         Mudah dalam memanen hasil
·         Steril dan bersih
·         Bebas dari tumbuhan pengganggu
·         Media tanam dapat dilakukan selama bertahun-tahun
·         Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
·         Tanaman tumbuh lebih cepat
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Selasa, 22 Desember 2015

PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO)


Rabu, 16 Desember 2015  adalah hari yang menyenangkan buat saya dan teman-teman sekelas saya sebagai mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Trilogi Jakarta. Hari dimana merupakan fieldtrip ke sebuah perusahaan benih sayur terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berlambang Cap Panah Merah yaitu PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO).

PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) adalah perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman. EWINDO mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur berkualitas tinggi. Dalam pengembangan benih EWINDO menempatkan tenaga ahli profesional yang telah berpengalaman di bidang pemuliaan tanaman dan perbenihan. Hasil penelitian dan pengembangan benih sayuran ini diproduksi, diproses dan dikemas serta dipasarkan untuk petani Indonesia dengan merek dagang CAP PANAH MERAH. Lebih dari dua dekade EWINDO selalu menyediakan benih yang sehat dengan kemurnian genetika tinggi serta daya kecambah yang baik untuk mendapatkan hasil yang tinggi sesuai dengan permintaan konsumen dan menjadi kunci sukses PETANI INDONESIA.

VISI & MISI
VISI Kami percaya pada benih sayuran berkualitas tinggi untuk hidup yang lebih baik
MISI Menyediakan benih berkualitas tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperbesar konsumsi sayuran

Saat tiba di EWINDO, kami disambut dengan baik oleh salah satu petugas dari EWINDO. Kami diajak untuk mengelilingi sebuah area wisata Urban Farming. Terdapat banyak tanaman sayuran dan buah-buahan. Lahan yang cukup luas di tanam tanaman sayuran dan buah juga bunga tampak cantik dilihat oleh mata pengunjung. Area ini dijadikan sebagai obyek wisata taman sayur, buah, dan bunga yang sangat indah.

Terdapat banyak tanaman yang ditanam menggunakan wadah yang bermacam-macam yang terkait dengan Urban Farming wadah yang digunakan pemanfaatan limbah tak terpakai, seperti drum kosong, ember cat dll. Tanaman yang ditanam beraneka ragam yaitu sayur, bunga, dan buah. Untuk tanaman sayur yang ditanami diantaranya adalah kangkung, sawi, bayam, bayam merah, salada, cabai, seledri, paria, dll. Untuk tanaman buahnya yaitu buah melon. Juga terdapat beberapa jenis tanaman hias atau bunga hias. Ditampilkan juga beberapa varietas cabai-cabaian. Diantaranya cabai pelangi, cabai ungu, dll. Cabai tersebut ditanam dengan benih hasil produksi EWINDO itu sendiri.

Kamis, 03 Desember 2015

Agroekoteknologi Goes To FBBN 2015

Halo guys, kali ini saya akan membawa teman-teman ke sebuah acara tahunan yang akan membuat teman-teman gak bakalan nyesal udah datang diacara ini. acaranya FBBN. Ayo ... ada yang udah pernah dengar tentang FBBN ? Buat teman-teman yang belum tau dan belum pernah dengar FBBN. Nih saya share apa sih FBBN ?. FBBN yaitu Festival Bunga dan Buah Nusantara yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi IPB. Acara ini merupakan acara tahunan yang biasa diselenggarakan pada akhir tahun. Di FBBN menampilkan banyak jenis tanaman buah dan bunga. tidak hanya itu, acara ini juga banyak di sediakan makanan dan minuman yang bisa dicoba secara gratis. Banyak juga perusahaan-perusahaan sektor pertanian ternama di FBBN seperti Hydrofarm, Agrowing, Artquascape, dan masih banyak lagi.

Nah .... Ini salah satu hal yang  gak akan pernah hilang dari kehidupan seorang mahasiswa. yaaaa... TUGAS. Berhubung saya mahasiswa pertanian. Tugasnya adalah mengulik cerita  salah satu stand pertanian di FBBN, dan stand yang saya kunjungi adalah Agrowing.
Agrowing.co.id adalah e-commerce platform yang menyediakan berbagai macam produk agribisnis yang terintegrasi berbasis marketplace. Ya bisa dibilang belanja online. Di Agrowing.co.id, menyediakan berbagai macam produk segar yang dihasilkan oleh para pelaku usaha, mulai dari petani, UKM, hingga perusahaan terkemuka yang sudah diverifikasi produknya sehingga memiliki kualitas yang terjaga. Produk yang disediakan bermacam-macam mulai dari produk pertanian, peternakan, makanan & minuman, buku, jasa, kosmetik, dan mainan edukatif.
Dengan mengusung semangat menghadirkan produk segar, sehat, dan berkualitas yang disuguhkan dengan kehangatan hati khas Indonesia, persiapan/pembuatan produk – produk yang terdapat di Agrowing.co.id akan dilakukan setelah konsumen melakukan pemesanan. Seperti menyediakan makanan yang baru selesai diolah, buah yang baru dipetik, hewan potong yang baru disembelih, bahkan buku yang baru dicetak dsb.
Selain itu, penanganan pengemasan semua produk agrowing.co.id, baik itu tanaman, hewan, makanan, dll dilakukan oleh para ahli, dengan begitu Agrowing berusaha untuk mengoptimalkan proses pengiriman, sehingga produk sampai ketangan konsumen dalam keadaan baik.
Nah itu dia sedikit cerita Agrowing di FBBN. buat teman-teman yang pengen ikut FBBN janagan khawatir masih ada FBBN 2016 yang menanti teman-teman untuk datang untuk memeriahkan acara tahunan ini. see you again on FBBN 2016 . bye :*

Selasa, 10 November 2015

TOPSINDO (Toko Pertanian Swalayan Indonesia)



Topsindo (Toko Pertanian Swalayan Indonesia) adalah toko pertanian yang merupakan unit usaha milik koperasi karyawan PT. Pertani. Topsindo menjual benih, bibit, alat-alat pertanian, media tanam, pupuk, fungisida, herbisida, dan perlengkapan pertanian lainnya.



Berikut hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Pak Tohir seorang karyawan Topsindo di daerah Pasar Minggu Jl. Pertani 1 - 6 Durentiga, Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan Jakarta. Topsindo adalah salah satu unit usaha  koperasi karyawan PT. Pertani. Bapak Gatot merupakan pimpinan di Topsindo saat ini. Topsindo  didirikani pada tanggal 14 Januari 1969, satu tahun setelah PT. Pertani diresmikan pada tanggal 14 Januari 1959.
Topsindo menjual berbagai jenis benih yaitu benih sayuran, benih buah-buahan, benih tanaman pangan serta menyediakan bibit buah-buahan seperti rambutan. Benih-benih yang dijual di Topsindo yaitu benih hasil produksi PT. Pertani. Tidak hanya itu, Topsindo juga sebagai reseller dari produsen benih ternama seperti PT. East West Seed Indonesia, CV. Enno dan C.O Seed. Benih-benih yang dijual di Topsindo merupakan benih-benih yang secara legalitas telah tersertifikasi oleh lembaga pertanian terkait. Karena Topsindo mengutamakan keaslian dan kualitas dari benih-benih yang di jual. Dalam penyimpanan benih-benih, Topsindo melakukan penyimpanan diruangan biasa tanpa ada perlakuan khusus, hanya dengan suhu normal diruangan saja.

Untuk ketersediaan benih, Topsindo tergantung dari permintaan konsumen itu sendiri. Apabila ada benih tertentu yang banyak diminati pelanggan, maka Topsindo menyediakan lebih banyak lagi benih tersebut. Apa bila ada benih yang sudah kadaluarsa, benih tersebut tidak akan diperjualkan melainkan dikembalikan ke distributornya. PT. East West Seed Indonesia merupakan produsen benih yang banyak diminati oleh konsumen. Benih yang paling banyak laku terjual yaitu benih sayur-sayuran (kangkung, bayam, caisin, dll), dan benih pangan seperti jagung. 
Para karyawan Topsindo memiliki kesan tersendiri dalam menghadapi pelanggan mereka. Mereka merasa senang bila pelanggan mereka puas dengan pelayanan Topsindo sendiri dalam penjualan. Tidak hanya itu, pelanggan juga terkadang komplain terhadap pelayanan dari Topsindo yang kurang baik, seperti dalam ketersediaan benih dan berbagai keperluan pertanian lainnya.