Daftar Blog Saya

Selasa, 22 Desember 2015

PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO)


Rabu, 16 Desember 2015  adalah hari yang menyenangkan buat saya dan teman-teman sekelas saya sebagai mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Trilogi Jakarta. Hari dimana merupakan fieldtrip ke sebuah perusahaan benih sayur terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berlambang Cap Panah Merah yaitu PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO).

PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) adalah perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman. EWINDO mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur berkualitas tinggi. Dalam pengembangan benih EWINDO menempatkan tenaga ahli profesional yang telah berpengalaman di bidang pemuliaan tanaman dan perbenihan. Hasil penelitian dan pengembangan benih sayuran ini diproduksi, diproses dan dikemas serta dipasarkan untuk petani Indonesia dengan merek dagang CAP PANAH MERAH. Lebih dari dua dekade EWINDO selalu menyediakan benih yang sehat dengan kemurnian genetika tinggi serta daya kecambah yang baik untuk mendapatkan hasil yang tinggi sesuai dengan permintaan konsumen dan menjadi kunci sukses PETANI INDONESIA.

VISI & MISI
VISI Kami percaya pada benih sayuran berkualitas tinggi untuk hidup yang lebih baik
MISI Menyediakan benih berkualitas tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperbesar konsumsi sayuran

Saat tiba di EWINDO, kami disambut dengan baik oleh salah satu petugas dari EWINDO. Kami diajak untuk mengelilingi sebuah area wisata Urban Farming. Terdapat banyak tanaman sayuran dan buah-buahan. Lahan yang cukup luas di tanam tanaman sayuran dan buah juga bunga tampak cantik dilihat oleh mata pengunjung. Area ini dijadikan sebagai obyek wisata taman sayur, buah, dan bunga yang sangat indah.

Terdapat banyak tanaman yang ditanam menggunakan wadah yang bermacam-macam yang terkait dengan Urban Farming wadah yang digunakan pemanfaatan limbah tak terpakai, seperti drum kosong, ember cat dll. Tanaman yang ditanam beraneka ragam yaitu sayur, bunga, dan buah. Untuk tanaman sayur yang ditanami diantaranya adalah kangkung, sawi, bayam, bayam merah, salada, cabai, seledri, paria, dll. Untuk tanaman buahnya yaitu buah melon. Juga terdapat beberapa jenis tanaman hias atau bunga hias. Ditampilkan juga beberapa varietas cabai-cabaian. Diantaranya cabai pelangi, cabai ungu, dll. Cabai tersebut ditanam dengan benih hasil produksi EWINDO itu sendiri.

Kamis, 03 Desember 2015

Agroekoteknologi Goes To FBBN 2015

Halo guys, kali ini saya akan membawa teman-teman ke sebuah acara tahunan yang akan membuat teman-teman gak bakalan nyesal udah datang diacara ini. acaranya FBBN. Ayo ... ada yang udah pernah dengar tentang FBBN ? Buat teman-teman yang belum tau dan belum pernah dengar FBBN. Nih saya share apa sih FBBN ?. FBBN yaitu Festival Bunga dan Buah Nusantara yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi IPB. Acara ini merupakan acara tahunan yang biasa diselenggarakan pada akhir tahun. Di FBBN menampilkan banyak jenis tanaman buah dan bunga. tidak hanya itu, acara ini juga banyak di sediakan makanan dan minuman yang bisa dicoba secara gratis. Banyak juga perusahaan-perusahaan sektor pertanian ternama di FBBN seperti Hydrofarm, Agrowing, Artquascape, dan masih banyak lagi.

Nah .... Ini salah satu hal yang  gak akan pernah hilang dari kehidupan seorang mahasiswa. yaaaa... TUGAS. Berhubung saya mahasiswa pertanian. Tugasnya adalah mengulik cerita  salah satu stand pertanian di FBBN, dan stand yang saya kunjungi adalah Agrowing.
Agrowing.co.id adalah e-commerce platform yang menyediakan berbagai macam produk agribisnis yang terintegrasi berbasis marketplace. Ya bisa dibilang belanja online. Di Agrowing.co.id, menyediakan berbagai macam produk segar yang dihasilkan oleh para pelaku usaha, mulai dari petani, UKM, hingga perusahaan terkemuka yang sudah diverifikasi produknya sehingga memiliki kualitas yang terjaga. Produk yang disediakan bermacam-macam mulai dari produk pertanian, peternakan, makanan & minuman, buku, jasa, kosmetik, dan mainan edukatif.
Dengan mengusung semangat menghadirkan produk segar, sehat, dan berkualitas yang disuguhkan dengan kehangatan hati khas Indonesia, persiapan/pembuatan produk – produk yang terdapat di Agrowing.co.id akan dilakukan setelah konsumen melakukan pemesanan. Seperti menyediakan makanan yang baru selesai diolah, buah yang baru dipetik, hewan potong yang baru disembelih, bahkan buku yang baru dicetak dsb.
Selain itu, penanganan pengemasan semua produk agrowing.co.id, baik itu tanaman, hewan, makanan, dll dilakukan oleh para ahli, dengan begitu Agrowing berusaha untuk mengoptimalkan proses pengiriman, sehingga produk sampai ketangan konsumen dalam keadaan baik.
Nah itu dia sedikit cerita Agrowing di FBBN. buat teman-teman yang pengen ikut FBBN janagan khawatir masih ada FBBN 2016 yang menanti teman-teman untuk datang untuk memeriahkan acara tahunan ini. see you again on FBBN 2016 . bye :*

Selasa, 10 November 2015

TOPSINDO (Toko Pertanian Swalayan Indonesia)



Topsindo (Toko Pertanian Swalayan Indonesia) adalah toko pertanian yang merupakan unit usaha milik koperasi karyawan PT. Pertani. Topsindo menjual benih, bibit, alat-alat pertanian, media tanam, pupuk, fungisida, herbisida, dan perlengkapan pertanian lainnya.



Berikut hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Pak Tohir seorang karyawan Topsindo di daerah Pasar Minggu Jl. Pertani 1 - 6 Durentiga, Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan Jakarta. Topsindo adalah salah satu unit usaha  koperasi karyawan PT. Pertani. Bapak Gatot merupakan pimpinan di Topsindo saat ini. Topsindo  didirikani pada tanggal 14 Januari 1969, satu tahun setelah PT. Pertani diresmikan pada tanggal 14 Januari 1959.
Topsindo menjual berbagai jenis benih yaitu benih sayuran, benih buah-buahan, benih tanaman pangan serta menyediakan bibit buah-buahan seperti rambutan. Benih-benih yang dijual di Topsindo yaitu benih hasil produksi PT. Pertani. Tidak hanya itu, Topsindo juga sebagai reseller dari produsen benih ternama seperti PT. East West Seed Indonesia, CV. Enno dan C.O Seed. Benih-benih yang dijual di Topsindo merupakan benih-benih yang secara legalitas telah tersertifikasi oleh lembaga pertanian terkait. Karena Topsindo mengutamakan keaslian dan kualitas dari benih-benih yang di jual. Dalam penyimpanan benih-benih, Topsindo melakukan penyimpanan diruangan biasa tanpa ada perlakuan khusus, hanya dengan suhu normal diruangan saja.

Untuk ketersediaan benih, Topsindo tergantung dari permintaan konsumen itu sendiri. Apabila ada benih tertentu yang banyak diminati pelanggan, maka Topsindo menyediakan lebih banyak lagi benih tersebut. Apa bila ada benih yang sudah kadaluarsa, benih tersebut tidak akan diperjualkan melainkan dikembalikan ke distributornya. PT. East West Seed Indonesia merupakan produsen benih yang banyak diminati oleh konsumen. Benih yang paling banyak laku terjual yaitu benih sayur-sayuran (kangkung, bayam, caisin, dll), dan benih pangan seperti jagung. 
Para karyawan Topsindo memiliki kesan tersendiri dalam menghadapi pelanggan mereka. Mereka merasa senang bila pelanggan mereka puas dengan pelayanan Topsindo sendiri dalam penjualan. Tidak hanya itu, pelanggan juga terkadang komplain terhadap pelayanan dari Topsindo yang kurang baik, seperti dalam ketersediaan benih dan berbagai keperluan pertanian lainnya. 




Selasa, 09 Juni 2015

AGRINEX EXPO 2015

Agrinex EXPO 2015

 
Agrinex EXPO 2015 . Apa itu ? Mungkin dipikiran kita itu merupakan EXPO atau Pameran-pameran biasa aja. Tapi Agrinex EXPO 2015  memiliki faktor pembeda dari semua pameran yang ada di Indonesia. Ya dari judulnya aja mungkin kita sudah tau ya apa itu Agrinex EXPO 2015. Ya ... itu merupakan sebuah acara pameran tentang pertanian. Mulai dari pameran budidaya pertanian, dan olahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan dan minuman. Jadi banyak makanan dan minuman yang ditampilkan, ya .. lumayanlah bisa taster icip-icip mumpung gratis. Ok pengen tahu selanjutnya mari kita lihat dulu ya penjelasan mengenai Agrinex EXPO 2015. :D.
Agrinex Expo 2015 yang diselenggarakan pada tanggal 20-22 Maret 2015. Mengusung tema "Kedaulatan Pangan Indonesia" . Ini merupakan ke-9 kalinya Agrinex diselenggarakan. Tepatnya Jakarta Convention Center Masih dalam serangkaian acara Agrinex expo 2015. Pada tanggal 16 Januari 2015 secara resmi telah digelar acara Launching Agrinex 2015 yang diadakan di Kantor Kementerian Pertanian RI. Acara ini memiliki tujuan "Membangun kedaulatan pangan dengan masyarakat yang cinta pangan nasional". Wah ... tujuan acaranya kerenkan? Membangun kedaulatan pangan aja bisa, apalagi membangun rumah tangga dengan kamu  ! wkwkwk becanda. Kedaulatan Pangan Indonesia menjadi sebuah perjuangan yang tidak mudah di wujudkan di tengah arus perdagangan dunia dan perubahan iklim ekstrim yang melanda banyak negara termasuk Indonesia. Sebagian masyarakat dunia telah menggiring pemikiran yang berakhir dengan kebijakan Pemerintah yang mendua, antara menjaga hubungan antar negara atau menolong kepentingan bangsanya. Kemandirian pangan yang sulit di wujudkan Pemerintah akan bisa di atasi hanya oleh rasa cinta masyarakat kepada produk pangan nasional. Sehingga tanpa perlu larangan import pangan, produk pangan impor sulit di pasarkan di Indonesia karena pedagang tidak mau menyediakan tempat bagi produk import yang diawali dengan tidak adanya pembeli produk import oleh masyarakat. Masyarakat menjadi berdaulat atas pangan nasional. Itulah yang akan Agrinex edukasikan dan promosikan menjelang dan sepanjang pelaksanaan  Agrinex Expo 2015
Saya dan teman hidup saya .. eitsss salah. Maksudnya saya dan teman-teman juga dosen kampus Trilogi datang ke acara Agrinex Expo 2015 dihari pertama, walau tidak mengikuti opening ceremony-nya tapi kami tetap antusias mengikuti acara tersebut mulai dari taster makanan dan minuman ampe menerima brosur-brosur dari beberapa stand. Ya ... walaupun lelah juga mengelilingi gedung JCC tapi acara seru kok.



Agrinex Expo 2015 diikiuti berbagai instansi/perusahaan Pemerintahan/Swasta yaitu Kementerian Perdagangan , PT. Indofood, PT. Antam, dll. Acara ini juga memberikan kesempatan UKM-UKM masing-masing daerah Khususnya Indonesia untuk bersama-sama memperkenalkan berbagai produk makan dan minuman. Tidak hanya memperkenalkan, sebagian ada juga yang memasarkan produknya kepada para pengunjung  Agrinex Expo 2015. Mulai dari produk olahan makanan dan minuman,  alat-alat pertanian, alat-alat pengemasan produk makanan dan minuman dan masih banyak lagi.
Ini merupakan kali pertama saya mengikuti acara Agrinex Expo. Padahal acara ini sudah diadakan yang ke-9 loh ! Berarti saya  ketinggalan 8 season . tapi walaupun pertama kali saya memberikan acungan jempol sebanyak-banyaknya buat acara ini Agrinex Expo 2015. Pokoknya acara keren banget. Buat kamu-kamu yang iri pengen datang ke acara ini :D silahkan datang aja diacara berikutnya. :) OK Sampai bertemu di Agrinex Expo 2016. Bye ...

Senin, 12 Januari 2015

ILMU PERTANIAN

Ilmu pertanian (agricultural science) adalah bidang kajian luas yang mempelajari pertanian. Sebagaimana rumpun ilmu kesehatan, bidang ini merupakan bagian dari rumpun ilmu-ilmu hayati (biosains) yang bersifat terapan dan multidisiplin. Dengan inti biologi, ilmu ini mendayagunakan pula matematikastatistikailmu pengetahuan alamilmu ekonomi dan sosial, serta berbagai teknologi dari rumpun keilmuan lainnya. Ilmu pertanian tidak serta-merta sama dengan pertanian maupun agronomi (ilmu pendayagunaantanaman). Pertanian adalah serangkaian aktivitas yang mengubah lingkungan untuk menghasilkan produk hewani dan nabati yang bermanfaat bagi manusia. Agronomi adalah kajian yang terkait dengan budidaya serta pemanfaatan lain tanaman. Ilmu pertanian mencakup budidaya tumbuhan dan hewan, di darat maupun di air.
Ilmu pertanian mencakup riset dan pengembangan di bidang:
·         Metode produksi (misal manajemen irigasi, input nitrogen yang direkomendasikan)
·         Peningkatan produktivitas pertanian dalam hal kuantitas dan kualitas (seleksi tanaman dan hewan yang tahan kekeringan, pengembangan pestisida baru, teknologi penginderaan hasil, simulasi model pertumbuhan tanaman, kultur sel in vitro)
·  Pengubahan produk primer menjadi barang konsumsi (mulai dari produksi, pengawetan, dan pengepakan)
·         Pencegahan dan perbaikan kerusakan lingkungan (konservasi tanahdegradasi tanahmanajemen sampahbioremediasi)
·         Ekologi produksi teoritis, terkait permodelam produksi tanaman
·    Peningkatan pertanian subsisten yang memberi makan sebagian besar orang miskin di dunia. Sistem ini menarik perhatian karena mempertahankan integrasi dengan sistem ekologi alam lebih baik dari pertanian industri, yang mungkin lebihberkelanjutan dibandingkan sistem pertanian modern
·         Produksi bahan pangan berdasarkan permintaan global. Lihat kebijakan pertanian.

AGROINDUSTRI

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut[1]. Secara eksplisit pengertian Agroindustri pertama kali diungkapkan oleh Austin (1981)[2] yaitu perusahaan yang memproses bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan). Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Produk Agroindustri ini dapat merupakan produk akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produk bahan baku industri lainnya.
Agroindustri merupakan bagian dari kompleks industri pertanian sejak produksi bahan pertanian primer, industri pengolahan atau transformasi sampai penggunaannya oleh konsumen[3]. Agroindustri merupakan kegiatan yang saling berhubungan (interlasi)produksi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, pendanaan, pemasaran dan distribusi produk pertanian[4]. Dari pandangan para pakar sosial ekonomi, agroindustri (pengolahan hasil pertanian) merupakan bagian dari lima subsistem agribisnis yang disepakati, yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan. usaha tani, pengolahan hasil, pemasaran, sarana dan pembinaan[5]. Agroindustri dengan demikian mencakup Industri Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP), Industri Peralatan Dan MesinPertanian (IPMP) dan Industri Jasa Sektor Pertanian (IJSP). Industri Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP) dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :
1.     IPHP Tanaman Pangan, termasuk di dalamnya adalah bahan pangan kaya karbohidratpalawija dan tanaman hortikultura.
2.     IPHP Tanaman Perkebunan, meliputi tebukopitehkaretkelapakelapa sawittembakaucengkehkakaovanilikayu manis dan lain-lain.
3.     IPHP Tanaman Hasil Hutan, mencakup produk kayu olahan dan non kayu seperti damarrotantengkawang dan hasil ikutan lainnya.
4.     IPHP Perikanan, meliputi pengolahan dan penyimpanan ikan dan hasil laut segar, pengalengan dan pengolahan, serta hasil samping ikan dan laut.
5.     IPHP Peternakan, mencakup pengolahan daging segar, susukulit, dan hasil samping lainnya.

Industri Peralatan dan Mesin Pertanian (IPMP) dibagi menjadi dua kegiatan sebagai berikut :
1.     IPMP Budidaya Pertanian, yang mencakup alat dan mesin pengolahan lahan (cangkulbajaktraktor dan lain sebagainya).
2.     IPMP Pengolahan, yang meliputi alat dan mesin pengolahan berbagai komoditas pertanian, misalnya mesin perontok gabah, mesin penggilingan padi, mesin pengering dan lain sebagainya.
Industri Jasa Sektor Pertanian (IJSP) dibagi menjadi tiga kegiatan sebagai berikut :
1.     IJSP Perdagangan, yang mencakup kegiatan pengangkutan, pengemasan serta penyimpanan baik bahan baku maupun produk hasil industri pengolahan pertanian.
2.     IJSP Konsultasi, meliputi kegiatan perencanaan, pengelolaan, pengawasan mutu serta evaluasi dan penilaian proyek.
3.     IJSP Komunikasi, menyangkut teknologi perangkat lunak yang melibatkan penggunaan komputer serta alat komunikasi modern lainya.
Dengan pertanian sebagai pusatnya, agroindustri merupakan sebuah sektor ekonomi yang meliputi semua perusahaan, agen dan institusi yang menyediakan segala kebutuhan pertanian dan mengambil komoditas daripertanian untuk diolah dan didistribusikan kepada konsumen[6]. Nilai strategis agroindustri terletak pada posisinya sebagai jembatan yang menghubungkan antar sektor pertanian pada kegiatan hulu dan sektor industri pada kegiatan hilir. Dengan pengembangan agroindustri secara cepat dan baik dapat meningkatkan, jumlah tenaga kerja, pendapatan petani, volume ekspor dan devisa, pangsa pasar domestik dan internasional, nilai tukar produk hasil pertanian dan penyediaan bahan baku industri [3].


TEKNIK PERTANIAN

Teknik pertanian merupakan pendekatan teknik (engineering) secara luas dalam bidang pertanian yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia.[butuh rujukan] Dengan demikian dalam sistematika keilmuan, bidang teknik pertanian tetap bertumpu pada bidang ilmu teknik untuk memcahkan berbagai permasalahan di bidang pertanian. [3]. Terminologi teknik pertanian sebagai padanan Agricultural Engineering diperkenalkan di Indonesia pada paruh 1990-an.[butuh rujukan] Sebelumnya terminologi yang digunakan lebih sempit, yaitu mekanisasi pertanian yang diadopsi dari Agricultural Mechanization, sejak awal 1990-an bersamaan dengan pengenalan dan penggunaan traktor untuk program intensifikasi pertanian.[butuh rujukan] Bidang cakupan teknik pertanian antara lain adalah sebagai berikut :[butuh rujukan]Alat dan mesin budidaya pertanian, mempelajari penggunaan, pemeliharaan dan pengembangan alat dan mesin budidaya pertanian. Teknik tanah dan air, menelaah persoalan yang berhubungan dengan irigasi, pengawetan dan pelestarian sumberdaya tanah dan air. 
Energidan Elektrifikasi Pertanian, mencakup prinsip-prinsip teknologi energi dan daya serta penerapannya dalam kegiatan pertanian. Lingkugan dan bangunan pertanian, mencakup masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan konstruksi bangunan khusus untuk keperluan pertanian, termasuk unit penyimpanan tanaman dan peralatan, pusat pengolahan dansistem pengendalian iklim serta sesuai keadaan lingkungan. Teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, penggunaan mesin untuk menyiapkan hasil pertanian, baik untuk disimpan atau digunakan sebagai bahan pangan atau penggunan lainnya.
Perkembangan ilmu sistem pada tahun 1980-an memberikan imbas pada bidang teknik pertanian, dengan berkembangnya ranah sistem dan manajemen mekanisasi pertanian, yang merupakan penerapan manajamen dan analisis sistem untuk penerapan mekanisasi pertanian.[butuh rujukan] Perkembangan berikutnya, pada abad ke-20 menuju abad ke-21 berkaitan denga ilmu komputasi, teknologi pembantu otak dan otot lewat sistem kontrol, sistem pakar, kecerdasan buatan berupa penerapan robot pada sistem pertanian, menjadikan teknik pertanian berkembang menjadi sistem teknik pertanian (Agricultural System Engineering).[butuh rujukan] Objek formal yang berupa kegiatan reproduksi flora dan fauna serta biota akuatik didekati lebih luas lagi sebagai sistem hayati/biologis dengan orientasi pemecahan masalah pertanian secara holistik.[butuh rujukan] Dalam pendekatan ini sumberdaya hayati berupa mikroba/mikroorganisme turut dijadikan objek formal dalam produksi dan peningkatan biomassa.[butuh rujukan] Di beberapa perguruan tinggi di Amerikadan Jepang, program studi atau departemen yang dulu bernama Teknik Pertanian, kini berganti dengan nama Teknik Sistem Biologis (Biological System Engineering)[1].

KETAHANAN PANGAN

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.[2] Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan di masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomipeperangan, dan sebagainya. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, namun hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan.[3] Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi.
World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional. FAOmenambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.[2]
Kebijakan sebuah negara dapat mempengaruhi akses masyarakat kepada bahan pangan, seperti yang terjadi di India. Majelis tinggi India menyetujui rencana ambisius untuk memberikan subsidi bagi dua pertiga populasi negara itu. Rancangan Undang-Undang Ketahanan Pangan ini mengusulkan menjadikan pangan sebagai hak warga negara dan akan memberikan lima kilogram bahan pangan berharga murah per bulan untuk 800 juta penduduk miskinnya.[4]

SEJARAH SINGKAT PERTANIAN DUNIA

Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan. Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian (serealia, terutama gandum kuna seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir di era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian. Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda (neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan. Pada 5300 tahun yang lalu di China, kucingdidomestikasi untuk menangkap hewan pengerat yang menjadi hama di ladang.[4].
Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat (Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut (millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda. Hewan ternak yang pertama kali didomestikasi adalah kambing/domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucingSapikuda,kerbauyak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini.

Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuno (4000 tahun SM) dan Yunani Kuna (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun. Tanaman serat didomestikasikan di saat yang kurang lebih bersamaan dengan domestikasi tanaman pangan. China mendomestikasikan ganja sebagai penghasil serat untuk membuat papan, tekstil, dan sebagainya; kapas didomestikasikan di dua tempat yang berbeda yaitu Afrika dan Amerika Selatan; di Timur Tengah dibudidayakan flax.[5]Penggunaan nutrisi untuk mengkondisikan tanah seperti pupuk kandangkompos, dan abu telah dikembangkan secara independen di berbagai tempat di dunia, termasukMesopotamiaLembah Nil, dan Asia Timur.[6]